Mapala UI Bakal Taklukkan Puncak Everest di 2019

Jakarta (d'MonitorJakarta) - Mahasiswa Pecinta Alam milik Universitas Indonesia atau dikenal dengan Mapala UI, tengah bertekad untuk mendaki berbagai Gunung di seantero dunia. Organisasi yang berdiri sejak Desember 1964 ini, dalam acara jumpa pers "Pencapaian Mapala UI Vinson Massif" di Sekretariat Ikatan Alumni Universitas Indonesia (Iluni UI), Kampus UI, Salemba, Jakarta. Mapala Universitas Indonesia menyatakan akan segera menyelesaikan Seven Summits yang telah dimulai sejak 25 tahun yang lalu (15/2).

Ya, Mapala UI memulai pendakiannya di program yang diberi nama Seven Summits ini dimulai di Puncak Carstensz, Papua pada 1972. Ekspedisi Seven Summits ini akan berakhir dengan pendakian Gunung Everest, Nepal, yang memiliki ketinggian 8.848 mdpl pada 2019.

Ketua Umum Mapala UI, Yohanes Poda Sintong (M-954-UI) bertutur tentang tantangan terbesar dalam perencanaan pendakian Everest ini adalah dana. Ia menyebutkan bahwa pendakian tersebut akan memakan biaya sebanyak kurang lebih Rp800 juta per pendaki. Meskipun begitu, Yohanes optimis akan mendapat bantuan dari pihak universitas.

Sementar Direktur Kemahasiswaan Universitas Indonesia, Arman Nefi menimpali, "Untuk rencana pendakian Everest ini kita akan melihat seperti apa proposal disampaikan. Mapala UI ini adalah salah satu unit kegiatan mahasiswa terbesar di Universitas Indonesia dan sudah mempunyai prestasi. Insya Allah kami akan mendukung.”

Sebelum menuju Everest, Tim Mapala UI sukses mencapai puncak Gunung Vinson Massif. Puncak tertinggi di Benua Antartika ini merupakan capian keenam yang berhasil ditorehkan dalam Ekspedisi Seven Summits pada Januari 2018 pukul 16.30 waktu Chile, atau 7 Januari 2018 pukul 02.30 WIB, Mapala UI. Tim diwakili oleh Dedi Satria (M-737-UI).

Jumpa pers ini juga dihadiri oleh Ketua Ikatan Alumni Universitas Indonesia (Iluni UI), Arief Budhy Hardono. Dalam kesempatan tersebut, ia mengatakan “Iluni UI melihat jelajah Mapala UI itu adalah hal yang membanggakan bagi Universitas Indonesia, karena Mapala UI memiliki sejarah. Mulai dari Soe Hok Gie yang menjadi inspirasi besar” (rm) | Foto: Dok Mapala UI | Sumber