Reoni Alumni SMPN 57 Jakarta Angkatan-82 dalam balutan Budaya Betawi

Ketua Panitia Reoni pake pici merah
Jakarta, (d'MonitorJakarta) - Ibukota negara Indonesia, yaitu Jakarta, memiliki sejarah panjang. Tahun ini, 2018, Jakarta akan genap berusia 491 tahun, tepatnya pada 22 Juni. Sebuah perjalanan yang sangat panjang hingga saat ini. Banyak peristiwa sosial, budaya, politik, dan bersejarah lainnya, terjadi di kota yang punya luas wilayah 661,52 km2 ini.

Dalam hal budaya, kota Jakarta yang jumlah penduduknya mencapai 10,37 juta jiwa (2017) ini, tidak kalah hebat dibandingkan dengan kota-kota lain di negeri sendiri maupun di luar negeri. Budaya lokal yang merupakan campuran dari beragam etnis, seperti tarian, busana, juga kulinernya, memiliki ciri khas tersendiri. Mereka yang bermukim di ibukota, apalagi di kampung-kampung asli Betawi, pastilah mengenal makanan seperti kerak telor, kue odading, kue rangi, dan lainnya, serta ondel-ondel, tari topeng, busana encim, lagu ‘kicir-kicir’, rumah tradisional ‘rumah bapang’, dan senjata tradisional berupa golok. Setidaknya, itulah beberapa contoh menonjol yang menjadi bagian dari Budaya Betawi.

Apa itu "Bek 2 Skul"?
Sadar bahwa asal sekolah menengah pertama kami berada di jantung ibukota dengan budaya lokal yang sangat kental, yakni budaya Betawi. Walaupun secara demografi jumlah etnis Jawa (35,16%) jauh lebih banyak dari Betawi yang hanya 27,65%, disusul kemudian oleh etnis Sunda (15,27%), Tionghoa (5,53%), Batak (3,61%), Minang (3,18%), Melayu (1,62%), dan Bugis, Aceh, Madura, dan lain-lain. Meski begitu, tidaklah berlebihan pabila kami dari Panitia Reoni Alumni SMPN 57 Jakarta Angkatan 1982, menyelenggarakan acara "Bek 2 Skul" dengan mengangkat Budaya Betawi.

Tema acara ini berasal dari frasa Bahasa Inggris yang dilafalkan ke dalam Bahasa Indonesia, yakni back to school menjadi “Bek 2 Skul”. Arti harfiah dari frasa itu adalah "kembali ke sekolah", yang mengandung makna ajakan kepada para alumni untuk "balik" ke sekolah. Bukan dalam arti yang sebenarnya, melainkan ajakan kepada para alumni untuk mengadakan kegiatan reuni di almamater tercinta. Mengingat selama ini, para alumni banyak bikin kegiatan pertemuan di luar sekolah, seperti rumah makan, rumah pribadi salah satu alumni, gedung pertemuan atau vila di Puncak, Bogor.

Guna menyesuaikan dengan konsep acara ini, kami pun menyebut istilah acara ini dengan mengikuti logat betawi, yakni REONI bukan Reuni. Maka lengkaplah sudah konsep maupun tajuk acara ini yang mengusung budaya Betawi.

Program Kegiatan
Acara reoni yang dikomandani oleh Suhendra Sayuti Kartawijaya yang akrab disapa dengan panggilan Gawil, akan diadakan pada hari Minggu 11 Maret 2018 bertempat di halaman sekolah SMPN 57 Jakarta. Rangkaian acara diawali dengan jalan kaki santai barengan dengan rute napak tilas menyusuri jalan-jalan penuh kenangan, yang dahulu kerap dilewati alumni pada masa sekolah. Kemudian, kembali ke sekolah untuk menikmati suasana dekorasi gaya Betawi, menikmati menu penganan asli Betawi, menyaksikan tari tradisional Betawi, dendang lagu Betawi, dan berbusana encing dan encang Betawi. Gawil lulusan tahun1982, ia merupakan keturunan Betawi asli. Ia pun sudah bersiap dengan pakaian khas Betawi-nya.

Kegiatan reoni ini merupakan kolaborasi kerja bareng para alumni yang menjadi panitia dan pihak sekolah. Selain menyediakan tempat, pihak sekolah juga memberikan dukungan berupa persembahan Tari Topeng dari siswa-siswi aktif di SMPN 57 Jakarta. Ini merupakan wujud nyata dari kolaborasi yang sinergis. 

Selain itu, juga ada display foto jadul semasa sekolah dan stand foto bernuansa Betawi... Para alumni dapat leluasa berfoto bareng dengan mengenakan busana Betawi. Berkaitan dengan foto ini, para alumni harus membayar untuk setiap fotonya. Uang yang terkumpul itu akan disumbangkan untuk pembangunan mushola di sekolah.

Adapun reoni kali ini adalah dalam rangka mensyukuri usia kelulusan 36 tahun. Sebuah usia yang tidak muda lagi. Sudah banyak alumni yang telah lulus dari almamater hingga saat ini. Dan banyak pula dari mereka yang meneruskan ke jenjang pendidikan tinggi, beraneka profesi dan kegiatan pada saat ini. Bahkan, tentunya, mereka sudah punya keturunan dua generasi alias punya anak dan cucu. Begitupun tak terbilang mereka yang telah pulang ke haribaan.

Tujuan dari reoni ini, selain temu kangen, adalah juga untuk merawat silaturahim dan saling memanfaatkan peluang positif yang mungkin terjadi pada saat pertemuan, serta beramal memberikan donasi untuk pembangunan mushola almamater. Diharapakan kegiatan ini dapat menjaring sejumlah alumni yang tersebar di seantaro pelosok negeri bahkan di luar negeri. Dan boleh “dikata”, ini adalah pertemuan langka Alumni ‘Gocap Seven’ sebutan lain dari SMPN 57, yang mengangkat tema Budaya Betawi. (RDP) | Foto : Dok. Pribadi